<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sarikata.com &#187; Fabel</title>
	<atom:link href="http://sarikata.com/category/fabel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sarikata.com</link>
	<description>Intisari Cerita &#38; Artikel Indonesia Terbesar</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Nov 2011 02:49:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Kelapa dan Terung</title>
		<link>http://sarikata.com/2006/08/11/kelapa-dan-terung.html</link>
		<comments>http://sarikata.com/2006/08/11/kelapa-dan-terung.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Aug 2006 09:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikata.com/?p=7738</guid>
		<description><![CDATA[<p>Disuatu kebun, berdirilah beribu ribu pohon yang sangat besar besar dan tegak tegak. pohon pohon itu adalah pohon kepunyaan seorang saudagar yang terkaya di kampung itu.<br />
Tetapi, diantara pepohonan yang besa besar itu, berdirilah sebuah pohon kecil yang bernama pohon terung.<br />
Nasib pohon terung itu sangat malang karena ia selalu dimaki maki oleh pohon pohon lain yang jauh lebih besar daripadanya terutama pohon kelapa yang paling besar diantara pohon pohon lain yang tumbuh di kebun itu.<br />
Pohon kelapa itu selalu merendahkan dan menghina si terung yang dianggapnya tidak berguna itu.<br />
ï¿½Hai terung, tahukah kamu bahwa dirimu hanyalah sebuah pohon yang sangatlah tidak berguna?ï¿½ kata pohon kelapa kepada pohon terung.<br />
Mendengar ejekan si pohon kelapa, si terung hanyalah menghela napas sambil berkata.<br />
ï¿½Kau salah kelapa, tidak semata mata tuanku menanamku kalau saja aku tidak berguna.ï¿½<br />
Kata si terung.<br />
ï¿½Ah mungkin saja tuan kita menanam kau  karena ia kasihan melihat kau yang teronggok tak berguna,ï¿½<br />
kata si kelapa sambil tertawa gelak.<br />
ï¿½hmm, kau sombong kelapa  Kau tidak tahu bagaimana sakitnya hatiku yangsejak dulu sudah kau hina ï¿½ kata si terung.<br />
  AkhirnyaPada suatu hari, datanglah hujan yang disertai petir yang sangat besar sehingga pohon pohon itu menjadi sangat panic.<br />
Kecuali si terung yang tetap tenang karena ia sudah terlindungi dari serangan petir yang hebat itu karena ia adalah pohon yang paling pendek dan kecil sehingga ia terhalang oleh pohon pohon yang lebih besar daripadanya.<br />
Tiba tiba kepanikan itu semakin menjadi karena mereka mendengar suara petir yang menggelegar disertai jeritan si kelapa yang tersambar petir.<br />
Akhirnya tamatlah riwayat pohon yang sombong itu.</p>
<p><a href="http://sarikata.com/2006/08/11/kelapa-dan-terung.html" class="more-link">Read more on Kelapa dan Terung&#8230;</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sarikata.com/2006/08/11/kelapa-dan-terung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si kancil dan kera</title>
		<link>http://sarikata.com/2006/08/07/si-kancil-dan-kera.html</link>
		<comments>http://sarikata.com/2006/08/07/si-kancil-dan-kera.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2006 13:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikata.com/?p=7885</guid>
		<description><![CDATA[<p>Di suat hutan yang sangat lebat,ada seekor kera<br />
yang sedang memakanpisang diatas batangnya<br />
dengan lahap.<br />
  Lalu datang si kancil yang melihat kera memakan pisang,dan si kancil KABITA ingain memakan pisang.<br />
lalu kancil berpikir untuk mengambil pisang yang<br />
dimakan kera<br />
   Setelah berpikir lama akhirnya kancil dapat ide.<br />
Si kancil melempar kera dengan batu lalu kera membalasnya dengan pisang,sikancil pura2 untuk<br />
kesakitan.<br />
   Setelahkera puas melihat kancil kesakitan kerapun<br />
pergi,lalu kancil mulai memakan pisang yang dilemp<br />
ar kera</p>
<p><a href="http://sarikata.com/2006/08/07/si-kancil-dan-kera.html" class="more-link">Read more on Si kancil dan kera&#8230;</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sarikata.com/2006/08/07/si-kancil-dan-kera.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangau yang pemilih</title>
		<link>http://sarikata.com/2006/04/26/bangau-yang-pemilih.html</link>
		<comments>http://sarikata.com/2006/04/26/bangau-yang-pemilih.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Apr 2006 09:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikata.com/?p=7379</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pada suatu hari ada seekor bangau yang sedang berdiri ditepi sungai,bangau itu sedang<br />
medanggu makanan kesukaannya yaitu ikan kakap yangsangat besar.</p>
<p>   Dua jam sudah bangau itu menunggu makanannya lewat,tiba tiba ada ikan lele besar yang berenang  berputar putar didekat bangau itu<br />
sudahlah ikan itu pergi.</p>
<p><a href="http://sarikata.com/2006/04/26/bangau-yang-pemilih.html" class="more-link">Read more on Bangau yang pemilih&#8230;</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sarikata.com/2006/04/26/bangau-yang-pemilih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendulang Intan</title>
		<link>http://sarikata.com/2005/04/05/mendulang-intan.html</link>
		<comments>http://sarikata.com/2005/04/05/mendulang-intan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2005 08:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikata.com/?p=4918</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ada seorang pemuda desa yg bercita cita menjadi pendulang intan. Karena niatnya yang<br />
begitu besar, ia sampai mempelajari berbagai teknik mendulang intan yang baik dari<br />
buku buku lama. Hingga suatu titik pembelajaran, ia pun merasa harus segera<br />
mempraktekkan apa yang telah ia pelajari selama ini. Pergilah ia ke Sebuah desa yang<br />
letaknya cukup jauh juga dari desa tempat ia tinggal. Konon di desa tersebut terdapat<br />
sebuah sungai yang cukup dikenal karena telah membuat banyak orang kaya. Ya, di<br />
sungai itulah orang orang kaya itu berhasil mendulang intan terbaik yang pernah ada.</p>
<p><a href="http://sarikata.com/2005/04/05/mendulang-intan.html" class="more-link">Read more on Mendulang Intan&#8230;</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sarikata.com/2005/04/05/mendulang-intan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beruang Kutub</title>
		<link>http://sarikata.com/2005/03/04/beruang-kutub.html</link>
		<comments>http://sarikata.com/2005/03/04/beruang-kutub.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2005 08:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikata.com/?p=4553</guid>
		<description><![CDATA[<p>pada sutu pulau yang dingin ada kelompok beruang kutub yang kejam tapi hanya 1 yg baik bernama minka dan pada sutu hari minka mempuntyai anak bernama Lars<br />
lars adalah anak yg lugu walaupun telah 3 tahun tapi ia belum bisa berenang karena tiada kemauan ia pun menyerah dan pada sutu hari ia bertemu anjing laut bernama Robin mereka langsung menjadi sahabat yg bagaikan saudara dan pada suatu hari<br />
ayah lars mengetahui kalau lars bermain dengan anjing laut lalu ayah lars memberi tahu kalau sebenarnya musuh beruang kutub adalah anjing laut betapa kagetnya lars sampai ia sedih tapi ayahnya tetap mengizinkan anak tunggalnya,lars bermain dengan robin. pada sutu hari  kelompok beruang kutub yang kejam mengeluarkan minka dari kelompok lalu minka dikucilkan<br />
suatu hari kelompok beruang kutub yg kejam menyerang orang tua robin yang sedang tidur betapa khawatirnya robin lalu lars ingin membantu dengan bola salju tetapi ia terperosot hingga jatuh dan hilang terbawa arus .Betapa sedihnya robin kehilangan temanya tapi orangtuanya dapat selamat karena teriakan lars pada waktu ia jatuh .saat<br />
Lars bangun ia telah tiba di sutu pulau yang sangat indah ia bertemu dengan seorang kudanil yang baik hati yang bernama bend<br />
lalu lars meminta bend untuk mengajarinya berenang ternyata bend pun bersedia dalam 1 minggu dan dengan ketekunan larspun dapat menguasai cara berenang sampai ia suatu hari ingin pamit dengan bend ternyata bend tidak mengizinkanya karena terlalu bahaya lalu bend meminta bantuan temanya paus yang bernama whole .Wholepun mengantarkan lars pada waktu sampai di kutub selatan lars kaget karena semuanya lenyap sisa robin yang ditemukan lars di tempat mereka berdua bermain dulu<br />
robin menceritakan semuanya dan akhirnya lars mengejar kapal yg memakan semuanya lars berenang dengan gagah berani ia mengecoh kapal ke bebatuan sehingga kapal itu tertimbun bebatuan<br />
semuanya selamat dan hidup bahagia</p>
<p><a href="http://sarikata.com/2005/03/04/beruang-kutub.html" class="more-link">Read more on Beruang Kutub&#8230;</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sarikata.com/2005/03/04/beruang-kutub.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beruang Yang Kuat</title>
		<link>http://sarikata.com/2005/03/04/beruang-yang-kuat.html</link>
		<comments>http://sarikata.com/2005/03/04/beruang-yang-kuat.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2005 08:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikata.com/?p=4552</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pada suatu hari datang si serigala yang lemah<br />
karena lemah ia dikucilkan dari kelompoknya<br />
lalu datanglah serigala ke rumah beruang<br />
&#8220;hai,beruang aku ingin tahu kenapa kau bisa kuat?&#8221;<br />
beruang berkata&#8221;aku bisa kuat karena aku suka memakan madu&#8221;<br />
serigalapun mendengarkan cerita pak beruang dengan serius dan dengan seksama<br />
akhirnya serigalapun pergi mencari madu karena tahu maksud jahat si serigala pak beruang<br />
menyuruh serigala mengambil madu di sarang lebah ternyata serigala berhasil mendapat madu sehingga menjadi kuat dan ia langsung pergi ke rumah pak beruang lalu serigala<br />
berkata&#8221;pak beruang berikan semua madumu agar aku bisa menjadi kuat&#8221;<br />
ternyata pak beruang telah pergi pada waktu serigala mengambil madu pak beruang pergi ke rumah bu kancil lalu pak beruang bertanya &#8220;bu kancil bagaimana kalu serigala ingin merampas maduku&#8221;<br />
bu kancil &#8220;berilah ia madu palsu yang bisa membuat dia menjadi lemah kembali&#8221;<br />
pak beruangpun pamit dan mengucapkan terima kasih<br />
pada waktu pak beruang kembali ternyata serigala telah memakan semua madu yang dapat membuat ia menjadi lemah<br />
pak beruang &#8220;kau telah mencuri maduku sekarang pergi kau&#8221;<br />
serigala &#8220;hahaha apa kau yakin aku sudah menjadi kuat &#8221;<br />
lalu terjadi pertempuran yang lama<br />
ternyata serigala itu kalah karena terlalu banyak memakan madu yang dapat membuat dia menjadi lemah.</p>
<p><a href="http://sarikata.com/2005/03/04/beruang-yang-kuat.html" class="more-link">Read more on Beruang Yang Kuat&#8230;</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sarikata.com/2005/03/04/beruang-yang-kuat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah seperti ..</title>
		<link>http://sarikata.com/2004/02/16/jadilahseperti.html</link>
		<comments>http://sarikata.com/2004/02/16/jadilahseperti.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2004 10:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikata.com/?p=1086</guid>
		<description><![CDATA[<p>1. Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet.<br />
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan<br />
bijinya yang cuma satu satunya. Jangan pamer &#8230; kecuali kalo lagi pameran</p>
<p>2. Jadilah pohon Pisang.<br />
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati. Kesetiaan dalam pernikahan .</p>
<p><a href="http://sarikata.com/2004/02/16/jadilahseperti.html" class="more-link">Read more on Jadilah seperti &#8230;..</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sarikata.com/2004/02/16/jadilahseperti.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elang</title>
		<link>http://sarikata.com/2004/01/29/elang.html</link>
		<comments>http://sarikata.com/2004/01/29/elang.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2004 13:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikata.com/?p=940</guid>
		<description><![CDATA[<p>Seorang petani menemukan telur elang dan menempatkannya bersama telur ayam yang sedang dieraminya. Setelah menetas, elang itu hidup dan berperilaku sama persis seperti anak anak ayam, karena ia mengira bahwa dirinya memang anak ayam. Ia mengais tanah untuk mencari cacing dan serangga. Dia berkotek dan berkokok. Dia akan mengepak ngepakkan sayapnya dan terbang beberapa meter di udara.</p>
<p><a href="http://sarikata.com/2004/01/29/elang.html" class="more-link">Read more on Elang&#8230;</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sarikata.com/2004/01/29/elang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gajah dan Manusia</title>
		<link>http://sarikata.com/2004/01/29/gajah-dan-manusia.html</link>
		<comments>http://sarikata.com/2004/01/29/gajah-dan-manusia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2004 13:01:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikata.com/?p=942</guid>
		<description><![CDATA[<p>Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata.</p>
<p><a href="http://sarikata.com/2004/01/29/gajah-dan-manusia.html" class="more-link">Read more on Gajah dan Manusia&#8230;</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sarikata.com/2004/01/29/gajah-dan-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tragedi Raja Rimba</title>
		<link>http://sarikata.com/2003/09/24/tragedi-raja-rimba.html</link>
		<comments>http://sarikata.com/2003/09/24/tragedi-raja-rimba.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2003 10:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fabel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sarikata.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[<p>Raja kelihatan lelah dan tua. Rambutnya yang putih kelihatan kusut masai<br />
acak acakan. Sinar matanya meredup membuat pudar kejantanannya. Dan yang paling<br />
menyedihkan, mahkota kebanggaanya raib entah kemana. Nasib raja jadi kurang<br />
kepastian karena para panglima dan hulubalangnya saling berebut pengaruh.<br />
Selama ini, raja memakai hukum rimba. Hitam putih peruntungan seseorang sangat<br />
tergantung pada kebaikan hatinya, atau lebih tepat sangat tergantung dari<br />
selera baginda. Maka tidak heran para panglima dan hulu balang suka menyandung<br />
dan cari muka dengan menjilat piring dan sisa sisa makanan raja. Pengaruh raja<br />
begitu besar, dan setiap gerak langkahnya akan membuat rakyat negeri merobah<br />
kiblat kearah mana raja berpaling. Begitulah hebatnya raja rimba.<br />
Namun kini masa jaya itu mulai pudar seiring dengan usia dan otot otot yang<br />
mengendur. Jika dulu, dengan mendehem saja bisa merobah harga saham di bursa<br />
negeri tetangga, maka kini auman nan paling keraspun seolah tak bergema. Titah<br />
titahnya seakan angin sesat yang hilang arah. Para sobat pun sudah kurang<br />
peduli.<br />
Desa kami gempar, segempar gemparnya. Tengah hari itu raja rimba muncul secara<br />
tiba tiba. Yang lebih menggemparkan, diatas punggung raja rimba duduk santai<br />
seorang gadis rupawan yang pastilah juga gadis rimba. Kentongan di palu bertalu<br />
talu, serine tanduk dihembus tanda bahaya. Halaman kampung pun jadi sepi karena<br />
semua mahluk pada lari mengungsi.<br />
â€œIbu ibu dan bapak bapak, dan teman teman sekalian. Jangan takut, jangan lari,<br />
ini saya, Shinta, temanmuâ€?. Suara itu tidak begitu asing, suara seorang gadis.<br />
Anak desa tetap diam dalam persembunyian, cuma mengintip dari celah gubuk<br />
masing masing. Mereka gemetar ketakutan, jangan jangan raja rimba minta tumbal.<br />
Konon jika raja rimba minta tumbal biasanya yang dicari â€œjeroanâ€? gadis remaja.<br />
Menurut cerita, sudah banyak korban dari desa sekitar, anak anak remaja<br />
dimangsa raja rimba untuk mengambil hati, jantung dan limpanya.<br />
Gadis ala tarzan itu beranjak turun dari punggung raja rimba dan melangkah<br />
menuju gubuk Shanti, ditengah perkampungan.<br />
â€œMama,.. mama,&#8230; Shanti,.  ini saya Shintaâ€?<br />
â€œShinta?, benarkah engkau Shinta anakku? Shanti, coba perhatikan kok dia mirip<br />
benar dengan saudara kembarmu Shinta.â€?<br />
Ternyata memang benar. Gadis rimba itu adalah saudara kembar Shanti bernama<br />
Shinta yang hilang tujuh tahun lalu dan diduga sudah tewas dimangsa raja rimba.<br />
Awal kisahnya memang soal sepele, tatkala Shinta dimarahi ibunya dan dianggap<br />
tidak becus bekerja dan selalu mengecewakan keluarga.<br />
Kejadian tujuh tahun lalu jadi terungkap. Shinta menceritakan semua kisah dan<br />
suka dukanya selama jadi warga rimba Kerangen Tua.<br />
Kedua gadis kembar itu baru pulang menangkap ikan di sungai kecil di pinggir<br />
desa. Shinta sang adik kembar selalu bernasib mujur jika mereka menangguk ikan.<br />
Seperti biasa Shinta berjalan didepan menyusur ke hulu sungai diikuti sang<br />
kakak Shanti persis dihilirnya. Jika Shinta mendapat ikan jurung atau lemeduk,<br />
Shanti menyuruh adiknya memencet kepala ikan itu sampai mati, dihanyutkan lalu<br />
Shinta menangkapnya dihilir dan memasukkannya ke tadukan (tabung bambu tempat<br />
ikan) dipinggangnya.<br />
Jika sang adik mendapat siput atau kepah sang kakak menyuruh Shinta memasukkan<br />
ke tadukan Shinta sendiri. Soalnya siput, kepah dan jenis kerang lainnya akan<br />
tenggelam jika dihanyutkan, sedangkan ikan yang sudah mati hanyut terapung.<br />
Tiba di rumah, ketika tadukan Shanti dituang, penuh ikan sedangkan tadukan<br />
Shinta cuma berisi siput dan keong sawah, maka sang ibu pun marah dan teriak<br />
pada Shinta, â€œWah, kamu anak tak becus, masa dapatnya siput dan keong melulu<br />
Dasar anak sial, sana pergi saja ke hutan, biar dimangsa raja rimbaâ€?.<br />
Merasa tak bersalah dan terhina, pergilah Shinta mengembara keluar desa, sampai<br />
akhirnya bertemu raja rimba yang siap memangsa. Raja rimba dengan penuh nafsu<br />
ingin makan jeroan Shinta, namun dengan mohon belas kasihan si gadis kecil<br />
menyatakan bahwa jantung dan hatinya masih sangat kecil, nanti raja tidak puas.<br />
Setiap kali raja menanya apa jantung hati Shinta sudah gede, selalu dijawab,<br />
â€œSabarlah baginda, setelah tujuh musim Shinta akan menyerahkan segala galanya,<br />
termasuk jantung dan hati hambaâ€?<br />
Bulan berganti tahun, akhirnya sesudah tujuh musim, sigadis remaja sudah kuat<br />
perkasa ditempa kehidupan rimba belantara, sementara sang raja rimba sudah tua<br />
dan mulai ompong giginya. Ketika raja rimba menuntut janji, maka Shinta ingkar<br />
dan lari memanjat pinang sendaren yang pohonnya keras berserat baja.<br />
Raja murka dan berusaha mencakar dan menggigit pohon pinang sendaren, namun<br />
Shinta cuma tertawa melihat perilaku raja rimba, macan tua yang beringas. Tiga<br />
hari tiga malam Shinta berlindung diatas pohon pinang besar itu, dan akhirnya<br />
raja rimba menyerah kalah. Taring dan giginya pada copot berantakan, kuku<br />
kukunya berpatahan dan, raja rimba menjadi macan ompong, tua dan tiada berkuku<br />
lagi.<br />
Shinta jadi kasihan juga pada raja rimba, karena diusianya yang tua, ompong dan<br />
tak berkuku, sudah loyo tak berdaya. Untuk mencari makanan saja terpaksa<br />
dibantu Shinta. Maka macan tua itu kini jadi kuda tunggangan Shinta untuk<br />
mengembara ke seantero rimba raya.<br />
Begitulah tragedi raja rimba, akhirnya pasrah turun takhta dan bahkan jadi<br />
tunggangan Shinta si gadis desa. Warga desa sangat bangga pada Shinta yang bisa<br />
menaklukkan raja rimba Kerangen Tua. Puluhan tahun rakyat desa seputar hutan<br />
raya Kerangen Tua hidup penuh ketakutan karena keperkasaan dan kekejaman sang<br />
raja rimba, namun kini sang mancan tua sudah tidak berkuku lagi. Sejak itu desa<br />
kami aman tenteram kerta raharja.<br />
Vancouver, 6 Maret 98.Robin Karo karo Sitepu.<br />
(Disadur dari Cerita Rakyat dari Tanah Karo).</p>
<p><a href="http://sarikata.com/2003/09/24/tragedi-raja-rimba.html" class="more-link">Read more on Tragedi Raja Rimba&#8230;</a></p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sarikata.com/2003/09/24/tragedi-raja-rimba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

