Kumpulan Cerita Opini Berbahasa Indonesia
Gagal
Aku sering gagal dalam hal cinta, tapi aku bangga, aku mencintai dengan tulus nyaris sempurna ======================================== Pengirim : Skuad17 ======================================== [Baca Cerita Selanjutnya]
Ada 3 yang membuat orang bodoh
Ada 3 yang membuat orang bodoh Mungkin lebih dari tiga, saya tak tahu… Soalnya saya sendiri masih bodoh dan perlu belajar dari orang lain agar nggak tetap bodoh melulu Maafkanlah kalau pendapat saya masih bodoh Paling tidak saya mengakuinya Read more on Ada 3 yang [Baca Cerita Selanjutnya]
Agama
Ada yang bertanya padaku, kok ada sih orang yang secara ritual rajin tetapi tidak memiliki kepekaan dan empati terhadap orang orang di sekitarnya. Misalnya ada seseorang yang rajin sekali melakukan ibadah shalat lima waktu, shalat tahajud, bahkan sering sekali puasa Senin [Baca Cerita Selanjutnya]
Ada 6 yang menakutkan rakyat kecil.
/1/ Masalah sandang pangan. Apa yang bakal dimakan besok? Tanpa makanan orang bakal ngamuk dan akhirnya mati Mati kelaparan atau mati tertembak waktu ada huru hara di kota. /2/ Masalah pekerjaan. Tanpa kerja, tak ada pendapatan yang berarti tak ada uang. Tanpa uang tak bisa [Baca Cerita Selanjutnya]
Catatan harian Anne Frank.
Act as if what you do make a different. It does. W. James Gadis kecil bernama Anne Frank mulai catatan hariannya pada saat ia dan keluarganya bersembunyi dari pasukan NAZI Jerman. Inilah Amsterdam, Negeri Belanda pada waktu perang dunia ke2. Read more on Catatan harian [Baca Cerita Selanjutnya]
Kitsch, Karya Sastra Tanpa Nilai Sastra
Dalam lanjutan diskusi tentang penilaian atas karya sastra seorang rekan mengajukan tema berikut ini: �Apakah yang sesungguhnya membedakan sebuah karya sastra dengan karya yang tidak bernilai sastra� tentu saja tema itu kembali mengundang perdebatan seru. Mengenai [Baca Cerita Selanjutnya]
Pram tidak bangga menjadi Jawa
Menurut Pramoedya Ananta Toer, orang Jawa hanya mempunyai satu prinsip dalam hidupnya. Prinsip satu satunya orang Jawa adalah, patuh, taat dan setria pada atasan. Karena prinsip itulah, katanya, maka tanah Jawa bisa dijajah dengan mudah oleh Belanda selama ratusan [Baca Cerita Selanjutnya]
Sosok Seorang Pendekar Dengan 9 Jurus Sakti
Dunia kangaouw sastra tengah dilanda ?musim kemarau tropis yang panjang, tak ada lagi tersisa para pahlawan, para datuk yang menguasai keempat penjuru mata angin, Amir Hamzah sudah lama mati di tetak nyanyi sunyi buah rindu kemerdekaan. Chairil Anwar berakhir dalam [Baca Cerita Selanjutnya]
Kursi Kiai Semar
Batavia, 27 Jan 04. “Sampeyan tak perlu nglurug (datang berduyun duyun) ke sini,” kudengarkan Kiai Mujurono menjelaskan kepada seseorang yang tadi menelponnya, di balik hand phonenya. “Kalau ada isu, sampeyan bisa tabayyun ke saya terlebih dahulu,” [Baca Cerita Selanjutnya]
Cita cita setinggi kawat jemuran
Di bandar Jakarta yang semakin kayak LA ini, banyak terbit majalah bulanan yang hebat. Sampulnya mengkilat dengan gambar seorang nona muda yang sexy, montok dan siap untuk apa sajalah Nampaknya begitu menggoda dan menarik mata Harganya diatas 20.000 rupiah Kalau majalah [Baca Cerita Selanjutnya]
Jiwa Yang Lusuh
Gelap mulai merayap. Ia terus berjalan, sore itu, menyusuri jalanan trotoar, pulang menuju rumah kontrakannya. Begitu sampai, ia lalu benamkan pikirannya dalam tumpukan bibliografinya. Terlalu banyak ide bagi Chekov untuk menuangkan semua pernik pernik hidup ini dalam satu [Baca Cerita Selanjutnya]
Duka Seorang Chekov
Hujan rintik menyelimuti Batavia di pagi hari, awal abad 21 ini. Matari sudah beberapa bulan mengalah, tak menunjukkan lagi keperkasaannya. Awan mendung berarak membuat gelap ibukota. Di sana sini jalanan aspal basah merata. Mobil merayap lambat di atasnya. Di antara lalu [Baca Cerita Selanjutnya]
Masih Belom Menyerah
Paijo dibuat pusing. Raden Ayu Jumilah masih belum juga mau menyerah. Ia terus mendesak agar hubungan mereka kembali bisa terajut indah seperti yang dulu kala. “Ada satu hal yang sebenarnya saya malu untuk menyampaikan, tapi saya ingin jujur: saya belum bisa melupakan [Baca Cerita Selanjutnya]
JIL = Islam Pinggiran ?
sebuah catatan kritis terhadap analisa Majalah Gatra Entah, habis ketemu malaikat darimana, malam itu, sepulang dari kerja, Kanjeng Sunan Cipeng memberiku sebuah majalah yang sangat berguna; Gatra, Edisi Khusus Lebaran (No. 2 3 Th. X), 6 Desember 2003. Menarik Judulnya, [Baca Cerita Selanjutnya]
Lahirnya Jakarta, Awal Lepasnya Nusantara
Dari Padepokan Tebet, terus ke Mampang Prapatan, Warung Buncit, Kebon Sirih, Cililitan, Kalibata, Matraman, Kramat Raya, Ciganjur, dan begitu seterusnya. Ngeluyur, memutari ibukota Jakarta, aku tak ada bosannya. Mungkin, aku ini makhluk yang tak pernah sadar, bahwa, bumi [Baca Cerita Selanjutnya]
Mendorong Kiai Semar Menjadi Raja
Nasution, salah seorang aktivis gerakan mahasiswa 98, ingin bertemu dengan Kiai Semar. Ia merasa pusing melihat peta gerakan politik di lapangan dewasa ini yang menurutnya sangat membingungkan. Karenanya, ia kemudian menghubungiku, meminta bantuan agar ia dan teman [Baca Cerita Selanjutnya]
Mengapa kawanku jadi teroris?
Aku bertanya padanya : “Mengapakah kau memilih untuk jadi anggota kelompok yang bisa dikatakan kelompok terorisme?” Inilah jawabnya : “Jika dirimu tak bisa sekolah, tak bisa punya kerja, tak bisa punya pendapatan dan tak bisa punya harapan, kau akan [Baca Cerita Selanjutnya]
Maafkan Saya Kiai
Tempuran Magelang, akhir tahun 2003; “Telur telur ulet ulet. Kepompong kupu kupu Kasihan deh lu…. Kasihan deh lu….” Suara nyanyian nenek membangunkan Orlin di pagi hari itu. Kuterbangun. Kesiangan Jam 6:30. Mungkin, aku ini tamu yang pemalas. Tuan [Baca Cerita Selanjutnya]
Doa Persahabatan
Memahami manusia dengan berbagai atribut penilaian yang melekat pada dirinya, memang menyenangkan. Tapi kadang menjengkelkan. Ya wataknya, kepribadiannya, sifatnya, sikapnya, tingkah lakunya, proses hidupnya, dan sebagainya. Manusia dari kecil hingga menjadi besar. Harus [Baca Cerita Selanjutnya]
Islah: Antara “Pendidikan” dan “Agama”
Satu langkah simpatik dan menarik yang dilakukan oleh Hamzah Haz, begitu terpilih menjadi Wakil Presiden (2001). Ketua Umum DPP PPP itu mengajak agar semua kekuatan dan komponen bangsa segera melakukan islah. Alasannya, menurut Hamzah, agar muncul suasana kondusif untuk [Baca Cerita Selanjutnya]

