‘Puisi’ Archives
Puisi untuk Fitri
Perempuan…. datang saat gelap. Membawa cahya surya dalam malam yang pekat. Yang menerangi kesendirianku dengan kilaunya canda dan tawa. Tapi dirimu hilang bentuk dalam sendu. Tenggelam dan terbenam dalam genangan air racun jingga di wajah dan hatimu. Read more on [Read More]
Kesedihan
aku berjalan sendiri, tanpa kawan dan teman disaat aku bahagia mereka ada bersamaku namun saat aku sedih, mengapa… semua menghilang tak ada yang peduli dan mengerti perasaanku aku hanya ingin merasa apa yang dirasakan orang lain, yang selalu [Read More]
Antara aku dan mereka
DOSA sebuah cinta, Adalah mencintai orang lain disaat engkau dicintai. Memiliki orang lain disaat engkau akan terikat sebuah lingkaran pernikahan. Membiarkan dirimu dicintai padahal engkau telah termiliki. Berenang dalam kehanyutan sebuah cinta yang seharusnya tidak boleh [Read More]
Cuma Aku
Lagi… Aku kembali sendiri lagi Sudahlah… Ini memang kehidupanku Kehidupan seorang kepala batu Tak perlu menyesal, Karena ini adalah jalan yang kupilih Karena ini untuk kebaikan Biar kujalani hari ini seperti kemarin Sebelum gelap lagi, Mungkin aku akan jadi [Read More]
Suara rakyat (itu apa?)
suara rakyat… itu apa? yang saya tahu, suara rakyat adalah suara perut dikala lapar, gaungnya membahana. sedikit tercekik, tiada bersuara bila dibebaskan, malah berontak diberi kenyang, kentut dan sendawa yang keluar memang susah… namun, kata orang suara rakyat [Read More]
Sepi Sunyi
malam ini kulalui dengan sepi sunyi tiada lagi senyum indahmu, mimpi indahku telah membangunkanku pada kenyataan. kini kau telah pergi.. ======================================== Pengirim : _sy_ ======================================== [Read More]
Bernyanyi bersama Bintang
ketika jarum jam menatap bulan., aku ingin terbang bersama awan.. bernyanyi bersama bintang., nikmati hidup di indahnya malam,, ======================================== Pengirim : _sy_ ======================================== [Read More]
Pengisi kekosongan jiwa
suatu ketika, saat dimana engkau mulai bosan untuk menunggu, menanti dan berharap, atas jawaban yang tlah pasti.. disaat orang lain tlah berganti pandang, tetapi tidak denganmu.. tetap menunggu dan berharap akan kehadiran dirinya disampingmu. Read more on Pengisi kekosongan [Read More]
Telah sampaikah kita pada pers
Telah lelah kaki melangkah jiwa kelana akankah kumenyerah sebab cinta tak bisa berhenti pada kata kata atau doa saja, dia merasuk ke semua seluk lekuk kehidupan pada lelah pada resah pada nyanyian pada sunyi pada gelisah pada kesakitan yang butuh pengobatan telah sampaikah [Read More]
Tanah masih basah
Saut menggelegar kilat tak bersabar Bersahabat dengan tuan hujan di bawah asuhan awan hitam, menyambar pucuk daun kering pohon tertinggi,yang beratap belaian surya dan ciuman rembulan. Fasih menumbangkan teguhnya beringin dipantauan mata mata makhluk mulia. Read more on [Read More]
Matahariku
MATAHARI …. Kau telah membangunkan aku dari tidur panjang tanpa sepotong mimpi. Terbitmu telah menerangi langkahku dalam pencarian sebuah cinta yang hakiki. Akan kulangkahkan kakiku mendekat dan memelukmu … tapi akankah sinarmu sehangat mentari pagi ? ataukah [Read More]
Di tinggal pergi
bintang malamku kini tlah pergi pergi bersama sang bidadari diriku kini sendiri menatap malam pekat yang sekarang ku benci haruskah ku kejar bintang malam ku? atau kah aku harus menanti dalam mati Read more on Di tinggal pergi… [Read More]
Di Kala Hujan Rintik Pagi Itu
Di kala hujan rintik pagi itu Senyummu melukis sosok Sang bintang pengejar harapan pagi Di kala hujan rintik pagi itu Canda dan tawamu Menggema membelah kebisuan nafasku Di kala hujan rintik pagi itu Pendar pendar lilin hatimu Bergelora di antara ketujuh pelangi Read more [Read More]
Takut
Takut… Tiba tiba kata itu keluar dari bibir yang menggemaskan itu. Bang, aku takut…… Entahlah, apa yang ia takutkan. Aku selalu berada di sisinya untuk saat ini Aku mencoba menjadi yang “terbaik” untuk dia Aku selalu ingin menjadi seseorang [Read More]
Sebuah Nama
Lelaki…. Duduklah, agar aku dapat bernafas dengan lega duduklah, agar dapat kutatap mata itu. Lelaki…. Kau tega, Kau biarkan aku berkeringat, kau tega, kau buat bibir ini membeku, Lelaki…. kau biarkan aku hanyut dalam tatapmu kau biarkan aku jatuh dalam [Read More]
Sebenarnya aku cemburu
Ketakutan itu semakin jelas Kekosongan yang tak terharap kan datang Malas kepala ini memikirkan segala kemungkinan Malas pula untuk memprediksi jalan ini Tak peduli ukurannya, luka yang telah kutoreh, mungkin tlah menganga hingga senyum itu terasa berat tatapnya pun tak [Read More]
Kosong
Baru saja pantat ini aku pendamkan di kursi kerja, pikiranku langsung melayang. Tumpukan dokumen di atas meja tidak lagi menggairahkan. Males….. Entahlah, nafas panjang sering aku tarik dalam dalam. Apa yang aku pikirkan, aku sendiri tengah mencari tahu. Read more on [Read More]
Zaman Dua Menit
Setiap retak cagar Membungkus tatap nanar Yang mengeluh tentang diri Memakan sisa pundi pundi jati Rancu… Setiap kata yang memiliki Tuan Tuan Tuan yang mengaku Tuhan Kenapa tidak bungkam? Biar nama tenang bersemayam Read more on Zaman Dua Menit… [Read More]
Kuhisap Segala Kesunyian
senyap itu seakan melahap duka itu semakin melekat membawaku kedalam bayang menjebakku dalam kegelapan kuhisap sgala kesunyian itu walau sesak itu kurasakan… kan kupanggil senyumku tuk temaniku disini tuk menyapu sgala kepekatan tuk melepas [Read More]
Cinta yang sederhana
aku ingin mencintai dengan sewajarnya aku ingin mencintaimu dengan cara yang biasa aku ingin mencintaimu dengan cinta yang sederhana bukan seperti cinta yang aku rasakan saat ini cinta yang membuat aku tak bisa hidup tanpa kamu aku ingin cinta yang aku miliki adalah cinta [Read More]

