Menunggu matahari
senja demi senja
bersama sepi
seekor elang laut menyapa;
�Mengapa mesti gundah, dia ada, selalu disana, hanya mega mega menghalangi pandangmu, aku telah bertemu dia di ujung cakrawala.�
menunggu matahari
memburatkan jingga
dari balik bukitbukit seksi
�Ah ya, kau pasti ada di cakrawala, kecuali kau ledakkan diri bersupernova. Lalu bumipun tak ada lagi, kalau begitu.�
Tak kutunggu lagi matahari,
biarkan kelam mengganti
senja ke malam, ke mimpi
dan kepagi
Tak kujumpa matahari
hanya gigil pagi
bersama awan yang menutupi
�Ah, kau, biarkan saja, semua pasti kan berjalan seperti sediakala, dia masih di sana,� kata seekor burung madu, padaku.
Senja � pagi, 12 13 Juni 2004, Alue Naga
========================================
Pengirim : Putireno Baiak
========================================