waktu ku kecil, ku selalu diceritakan oleh ibuku betapa hidup itu indah.
lalu kujalani hidup itu dengan pedoman yang ditanamkan kepadaku.
kunikmati betapa hidup ini memang indah dengan bermain layangan, kejar kejaran dengan teman, berbuat salah tapi tak dihukum karena aku masih kecil adanya.
itulah masa kecilku.

lalu kuberanjak dewasa.
ibu berkata bahwa manusia, yang hidup bersama denganku, adalah manusia yang harus diwaspadai, harus tidak dipercayai, karena mereka semua penuh dengan kebohongan, selalu memakai topeng, tak pernah membagi perasaannya dengan orang lain, dan tak pernah setia.
kujalani usia remajaku dengan kata waspada.
tak kubiarkan orang tau aku sedang sedih
aku sedang bahagia
ake sedang marah
aku sedang frustasi.
tak pernah kubagi diriku kepada orang lain karena aku percaya mereka takkan membagi diri mereka padaku
hidup terjalani tak terasa dengan segala sikap dan sifatku

usia tua memerangkapku
baru saat inilah kusadari
aku butuh teman seperjalanan
aku butuh membagi hatiku
namun…….
tak ada yang disampingku
yang ada hanya airmataku
yang menemani segala penyesalanku
karena tak memilih kata hatiku
karena selalu berpedoman dengan kata ibuku
karena aku……….
aku sangat penakut dengan manusia
seperti ibuku yang menutup matanya pada dunia

========================================
Pengirim : radiath lilyani
========================================

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *