Percaya atau tidak, selalu saja ada orang yang berusaha mengambil keuntungan dari setiap pertengkaran yang anda kobarkan. Tak peduli apakah anda atau lawan anda yang kalah, tak segan segan mereka mencari celah untuk menunggangi keadaan. Pertengkaran selalu lemah melemahkan. Meski anda memenangkannya, anda takkan pernah sungguh sungguh memenangkan semuanya.Â
Pasti anda kehilangan sesuatu, setidaknya pengendalian diri anda sendiri. Karenanya, tak ada yang dapat menarik keuntungan sebanyak banyaknya, selain orang ketiga yang seolah berdiri di luar arena pertempuran. Â
Pepatah mengatakan, bila dua ekor gajah bertarung, pelanduk kecil mati di tengah tengahnya. Namun, di kejauhan segerombolan burung pemakan bangkai yang cerdik menunggu dengan sabar kejatuhan salah satu gajah petarung. Bahkan mungkin mereka juga menunggu kejatuhan pelanduk pelanduk kecil.Â
Karena, mereka memang tak peduli pada siapa pun yang tersungkur. Bagi mereka, dalam pertengkaran selalu ada peluang untuk dimanfaatkan. Maka, secerdik cerdiknya anda memenangkan pertengkaran, jauh lebih cerdik jika anda menghemat tenaga untuk memahami perbedaan.
===================================Â
Souls Bread: ABAIKAN DIRI ANDA SENDIRI Neil Eskelin  Alexander The Great, atau yang dikenal juga dengan nama Iskandar Zulkarnain, adalah raja Romawi yang sangat terkenal dengan kepemimpinannya. Berikut adalah salah satu cerita mengenai kepemimpinannya.  Suatu waktu Alexander The Great memimpin pasukannya melintasi gurun pasir yang panas dan kering. Setelah hampir dua minggu berjalan, ia dan pasukannya kelelahan dan hampir mati karena kehausan. Tetapi Alexander tetap memimpin pasukannya untuk terus berjalan penuh semangat.  Pada siang yang terik, dua orang pasukannya datang menemui Alexander dengan membawa semangkuk air yang mereka ambil dari sebuah kolam air yang telah kerontang. Kolam air itu kering dan hanya ada sedikit air yang tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh pasukan. Melihat hal ini, Alexander membuang air itu ke gurun pasir. Â
Sang Raja berkata, “Tidak ada gunanya bagi seseorang untuk minum di saat banyak orang sedang kehausan “  Demikianlah kepemimpinan itu. Anda tidak bisa memperlakukan orang orang anda hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan anda. Anda harus menunjukkan ketulusan dan keteguhan diri anda dengan sama sama merasakan apa yang orang orang anda rasakan.  (Disadur dari: Neil Eskelin, Abandon Yourself )  Â
Stopper:  Seseorang memahami orang lain melalui hati, bukan mata dan otak. (Mark Twain)  Kadang kadang anda dapat mengatasi sebuah situasi sulit hanya dengan bersedia memahami orang lain. Sering yang paling dibutuhkan oleh seseorang adalah mengetahui bahwa ada seorang lain yang peduli tentang bagaimana perasaannya dan berusaha memahami posisi mereka. (Brian Tracy)Â
========================================
Pengirim : Loly
========================================