Jawaban Tragedi Pembunuhan
Bukan tragedi tapi suatu perspektif….. Bukan “ini hidup“ tapi hidup tanpa embel embel Bukan hanya rembulan Bukan hanya matahari Bukan hanya malam Bukan pula siang Bukan surga Tidak juga keabadian…
Intisari Cerita Indonesia
Bukan tragedi tapi suatu perspektif….. Bukan “ini hidup“ tapi hidup tanpa embel embel Bukan hanya rembulan Bukan hanya matahari Bukan hanya malam Bukan pula siang Bukan surga Tidak juga keabadian…
Anak angin di fajar menoleh ke pantai bintang, masa kecil segra berakhir. Di perempatan berzikir, kepada jalanan yang lengang Tak akan lagi terbawa rayuan, melebur dunia dengan badai, olah amarah…
Telah kau ludahi tanah, tempat istrimu berzinah. Dan setelah itu berbenah, pendam amarah tuju ziarah. Setelah dendam berlabuh di pusaka hormat, berjihat tanpa alamat. redam meredam ibarat hasrat, bercahaya gegap…
Sunyoto, lahir dari remang kemlaratan. Juga dari dunia gelap, bukan dalam kandungan gulita, tapi di lalat lalat yang jinak di kerumunan bangkai terbuang dan di aroma hangus dan teriak tak…
Di atas ranjang ada kenangan muntahan pergumulan lepasan gumpalan kepenatan. Saarland, 280904 ======================================== Pengirim : Gendhotwukir ========================================
Terjaga hasrat birahi, karna di lalu tak terobati. Hendaklah mimpi mimpi panjang, melandai di atas dentang ranjang. Ranjang adalah jiwa mimpi, tempat daging tak henti, rajai girang riang sepi, kendati…
Hanya seorang petualang sesat, tidak lebih… Bukan kehormatan juga bukan kebanggaan bila didekati… Tidak teman, tidak sahabat, tidak kekasih, juga tidak abang dalam bertindak… Hanya seorang petualang sesat tak berjiwa……
ternyata dunia belum mau bertelanjang kepadaku selama ini karena justru detik ini barulah aku menyadari betapa terpuruknya aku biasanya aku dihiasi oleh gaun gaun kebesaran seorang raja hingga pada kala…
AIR mata yang menuruni lereng pipinya dan kemudian jatuh ke laut melewati celah lubang jembatan besi dermaga, setidaknya menambah volume air laut sore itu. Tangisnya pecah, lalu menghambur dalam pelukanku…
“MAS terlalu. Mas jahat ” “Apa salahku selama ini?” “Mas nggak punya perasaan.” “Itu jalan terbaik.” “Baik buat Mas, tidak buat aku.” “Aku nggak mungkin mencintai dua wanita sekaligus.” Tangisnya…