Sudah cukup kita permainkan airmata
Jiwa merana hanya satu tarikan isak
Lukaduka terlupa menjelma mukakaret
Sebentar tertawa membawa matahari
Bintanggemintang menyumpal kepala
Berhentilah, berhentilah
Kini saatnya irigasi tangis kembali dikelola
Sebab airmata imitasi bisa memerah telinga
Tragedi dan komedi ada dalam satu paket
Sedih dan senang bisa silih berganti
Menanti dipunguti atau dibuang
Di kanankiri jalan kita menuju keabadian
bumiimaji, 2004
========================================
Pengirim : agts wahyono
========================================