terlalu sering kubaca raung luka
pada lapuk kala
kristal airmata
mengais iba
mengiris rasa
telah kubaca lukamu
seraya kusembunyikan senyumku
berkacak di hadapan kaca benggala
sisiri garisgaris wajah
goresan kukukuku waktu
yang mencatat guratan hasratmu
gelora gelombang gerammu mencekam
bangunkan jutaan jeritan kekalutan
bersatu memahat, mematut diri
pada leleran lukamu
pernah kubaca luka merona merah
tersipusipu pada realita terkini
begitu terjaga : betapa konyolnya masa lalu
(tapi itulah kenyataan diri)
bumiimaji, 2004
========================================
Pengirim : agts wahyono
========================================