: untuk ayu

kau pamerkan tubuh perempuanmu
(orang sebut itu aurat)
yang meledakledak menggapai puncak
bersama lakilaki
dalam kisahkisah rekayasamu

bayangkan siapa sajakah pembacanya
kakek, nenek, paman, bibi, kakak, adik, anak, keponakan
atau, apabila kau baca karya adik perempuanmu
bahkan karya anak dan keponakan perempuanmu
yang menulis sejenis apa yang kau tulis
atasnama sastra, mereka mengumbar birahi
kau akan memuji karyakarya keluargamu?

Di luar rumahmu banyak lelaki
menyimpan seupil api birahi
yang kelak membaca kisahkisahmu
kisahkisah laksana menyiramkan minyak
atasnama godaanmu, terbakarlah kelelakian
membawa dirimu dalam gelora libido menyalanyala
hingga hangus tubuhtubuh perempuan kaummu
menjadi abuabu, asapasap patriarki
siapa salah?

maka, sebelum kau datang padaku
dengan segala kisah rekayasamu
masuk dan tutuplah kamar renungmu
baca kembali kisahkisahmu
sembari bercermin pada foto keluarga
supaya kau bisa melarungkan ledakan ke laut mana

babarsariyogya, 2004

========================================
Pengirim : agts wahyono
========================================

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *