Saat itu,
Cahaya ke emasan senja pantai Bali memancar indah
Di balik keindahan itu,
Wajah gerhana bencana pelan pelan muncul, menyeringai menampakkan taringnya
Jutaan burung gagak terbang mendatangi dari jauh
Suaranya bingar, tapi tak terdengar ditelan bising jalanan
Ada mara bahaya, tapi tak teraba
Ada maut mengintai,tapi tak terasa
Suara menggelegar mengguncang langit,
Ibu Pertiwi, Ibu kehidupan dunia
Pulau Dewatamu, terkoyak bersimbah darah
Tak lagi beda antara jerit memilukan dan mulut yang tak
mampu lagi bersuara
Wajah wajah tak berdosa, tak berdaya merana
Memancarkan sejuta duka jiwa
Tak sempat mengucap doa
Lidah api bagai setan menari nari di atas tumpukan derita
Bau amis darah, sengatan bau tubuh yang terpanggang api
Menyeruak di antara lingkaran asap angkara murka durjana
Kenapa harus menebar bencana
Kenapa mereka harus meregangkan nyawa
Apakah cinta sudah musnah?
Terpuaskankah dahaga biadabmu iblis dunia
Jiwa jiwa mati tak terkendali
Didorong,dikuasai alam fikiran keji
Menumpahkan tragedi di Bali
Wahai para pengambil keputusan di dunia
Aku serukan baris baris kata ini
Kalian bukanlah Tuhan
Kalian bukanlah penguasa hidup kami
Berhentilah mengobral dusta
Kenapa merasa diri lebih berkuasa dari pada Tuhan?
Berapa banyak lagi sungai darah mengalir
Berapa banyak lagi gelimpangan mayat tak berdosa
Berapa banyak lagi jiwa jiwa bersih, yang akan kau racuni dengan
kata kata, demi perdamaian dunia.
Kami bukan kerbau dungu yang gampang ditipu.
Singgasana kekuasaan selalu bermandikan darah
Orang orang tak berdosa selalu jadi tumbalnya
Ibu pertiwi, Ibu dunia
Kini kami sedang berduka lagi
Isi kepala kami dipenjara emosi
Wahai pemberi hidup ,
Mandikanlah kami dengan air suci
Tajamkanlah mata hati kami
Agar bisa berfikir jernih
Agar bisa menebarkan benih benih cinta
Yang akan tumbuh bersemi di sanubari kami semua
Agar kami bisa berbicara dengan bahasa cinta
Kami sudah lelah,
Hanya pada Mu kami menyerah pasrah
Tidak pada siapa siapa.
========================================
Pengirim : mataharitimoer
========================================
mohon maaf, aku tak mengenali tulisan ini. sepertinya ini bukan tulisanku (MT) ini adalah karya Sawung Jabo. terima kasih.