Puisi F. Aziz Manna
Musim Gugur I (1) Jalan ini masih sama. rumah rumahnya juga masih sama ketapang tua di pagar aribang itu kudengan suara kersiknya desah desah mereka rantingmu yang patah (2) ketapang…
Sesaat Sebelum Bergerak
Dalam jenak waktu ketermenunganku Tatap auraku berkelebat disela dedaun Menjelma dalam wujud tanpa batas Aku terlelap berlindung dibalik kegelisahan Menanti burung menjauh dari sangkarnya Kan kuiikuti kemana perginya Mungkin pula…
Lebaran Ini Aku Tidak Pulang
Lebaran ini aku tidak pulang,Sayang terlalu banyak yang mudik di bandara jam terbang jadi lipat dua aku harus kerja hingga jam tiga awasi pesawat yang mengangkasa Lebaran ini aku tidak…
Kubertanya
Kadang kubertanya pada rembulan apa jadinya kelak bangsaku percaya pada mistik dan tahyul takut pada jin dan hantu takut pada tuyul dan kuntilanak takut berusaha takut pantangan alasannya hormatin leluhur…
Pengamen Jalanan
Dua malam lalu saat langit gelap seorang pengamen berjalan selusuri lorong lorong sempit ibukota pulang Tak banyak yang dibawa sebuah gitar tua sebotol akua uang sepuluh ribu dalam recehan 200…
Kala Gelap Menghadang
Kala malam datang kala mata tak mampu berkarya terhalang lebatnya gelap jangan menyerah walau sekejap jangan katupkan walau sedetik Berilah mata si hati nurani jangan diamkan dalam sunyi biarkan dia…
Penggali sumur
Mungkin sudah nasib. Aku harus mewarisi keahlian ini. Keahlian yang telah turun temurun dalam silsilah keluargaku. Namun sungguh aku tak pernah sedikit pun menyangka warisan itu memilih tubuhku. Pernah aku…
Lelaki di Bundaran HI
Di Bundaran Hotel Indonesia ada seorang laki laki berpakaian compang camping duduk di tepi kolam. Bajunya berwarna putih dekil (apakah dekil termasuk dalam kategori warna?). Celana cutbrainya robek robek mulai…